POSMETRO MEDAN,Deliserdang — Polemik kepemimpinan Kepala Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kian memanas.
Sorotan publik tidak hanya datang dari warga setempat, tetapi juga mengemuka di ruang digital setelah muncul ulasan keras di Google Review yang mempertanyakan lonjakan harta kekayaan sang kepala desa.
Dalam ulasan yang diunggah akun bernama Mas Bambang, disebutkan bahwa kepala desa diduga memiliki mobil baru dan rumah yang dinilai mewah.
Ulasan tersebut juga menuding buruknya arah pembangunan Desa Tembung sejak yang bersangkutan menjabat sebagai kepala desa. Cuitan ini kemudian menjadi bahan perbincangan luas dan memicu kecurigaan publik.
Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Drs. Safwan Khayat, menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai isu sepele atau sekadar opini warganet. Menurutnya, sorotan tersebut merupakan sinyal awal yang seharusnya segera direspons aparat penegak hukum.
"Ketika seorang kepala desa disorot soal dugaan peningkatan harta kekayaan yang signifikan selama menjabat, dan dibarengi keluhan masyarakat, maka ini patut dicurigai. Ini sudah cukup menjadi pintu masuk bagi Kejari Deli Serdang untuk melakukan penyelidikan," tegas Safwan.
Safwan menekankan bahwa dugaan tersebut tidak berdiri sendiri. Ia menyebut terdapat rangkaian persoalan yang selama ini terus dikeluhkan warga Desa Tembung, mulai dari dugaan pungutan liar (pungli) dalam urusan pajak, hingga keberadaan tower telekomunikasi yang berdiri di dalam area lapangan desa.
Keberadaan tower tersebut menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Hingga kini, belum pernah dijelaskan secara terbuka siapa pihak yang menerima uang kompensasi atau sewa atas berdirinya tower tersebut, serta apakah proses perizinannya dilakukan secara sah dan transparan.
"Pertanyaannya sederhana: uang tower itu masuk ke mana? Apakah ke kas desa atau ke kantong pribadi? Kalau ini tidak dibuka secara terang, maka wajar masyarakat curiga," ujar Safwan.