POSMETRO MEDAN, Tapteng -
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH menegaskan komitmen kebangkitan sektor pertanian daerahnya pascabencana melalui kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak banjir bandang dan longsor yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program nasional pemulihan pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total bantuan dari Kementerian Pertanian RI mencapai hampir Rp60 miliar.
Bupati Masinton menyampaikan bahwa bencana alam yang melanda Tapteng tidak hanya merusak infrastruktur dan pemukiman, tetapi juga memukul keras sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
"Lahan sawah di Tapteng terdampak seluas 7.365 hektare. Ini bukan angka kecil. Karena itu, groundbreaking hari ini bukan seremoni, tetapi titik awal kebangkitan pertanian Tapteng," tegas Masinton.
Ia merinci, kerusakan lahan sawah di Tapteng terdiri dari 3.546 hektare rusak ringan, 1.383 hektare rusak sedang, dan 2.436 hektare rusak berat yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Masinton juga mengapresiasi perhatian serius pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Ia mengungkapkan, saat kondisi pascabencana masih dipenuhi endapan lumpur dan akses jalan tertutup, Menteri Pertanian dan jajaran Pemprov Sumut turun langsung ke lokasi.
"Sekarang kita berdiri di lokasi yang sama untuk memulai pemulihan. Ini bukti negara hadir dan tidak meninggalkan petani," ujarnya.
Menurut Masinton, kegiatan groundbreaking ini sekaligus menandai dimulainya musim tanam Januari 2026 dengan dukungan 94 ton benih padi, sebagai langkah konkret mengembalikan produktivitas pertanian rakyat.
Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian pascabencana membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.