POSMETRO MEDAN,Medan– Ketidakhadiran Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sumut di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu (1/2/2026), memantik tanda tanya besar di internal partai berlambang beringin tersebut.
Absennya Bobby dinilai janggal, mengingat Partai Golkar merupakan salah satu partai utama pengusung Bobby Nasution bersama Surya pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024 lalu. Selain itu, secara protokoler, kehadiran Bobby disebut telah tercantum dalam agenda resmi pembukaan Musda.
Pantauan wartawan di lokasi memperkuat dugaan tersebut. Sejak pagi hari, petugas protokoler Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terlihat aktif berkoordinasi dengan panitia Musda.
Sejumlah kepala dinas Pemprov Sumut bahkan tampak hadir lebih awal, seolah menunggu kedatangan orang nomor satu di Sumatera Utara itu.
Namun hingga acara pembukaan Musda selesai, kursi yang disiapkan khusus untuk Bobby Nasution tetap kosong. Tidak ada sambutan, tidak ada penjelasan di forum, dan belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum satu pun keterangan resmi diberikan terkait alasan pembatalan kehadiran Bobby. Situasi tersebut memicu beragam spekulasi politik di kalangan kader Golkar yang hadir, mengingat Musda merupakan momentum strategis konsolidasi dan penentuan arah kepemimpinan Partai Golkar di Sumatera Utara.
Di tengah absennya Bobby Nasution, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily, justru tampil menegaskan posisi Golkar sebagai "partai negara" yang secara konsisten mendukung pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.
Saat membuka Musda, TB Ace menegaskan bahwa Partai Golkar tidak mengenal budaya oposisi.
"Partai Golkar tidak mengenal istilah oposisi, baik di pusat maupun di daerah. Kita adalah instrumen negara untuk memastikan pemerintahan berjalan stabil dan efektif," tegas TB Ace di hadapan para kader.
TB Ace juga mengingatkan bahwa Bobby Nasution merupakan kepala daerah yang lahir dari dukungan politik Partai Golkar. Oleh karena itu, menurutnya, hubungan antara pemerintah daerah dan partai pengusung seharusnya terjalin secara harmonis dan saling menghormati.