POSMETROMEDAN, Medan - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi mengatakan, pesantren di Sumatera Utara lebih kurang ada 400. Ini potensi yang luar biasa. Kiprah pesantren untuk bangsa sejak pra kemerdekaan sampai hari ini sudah terbukti." Maka, melalui forum ini saya berharap FK Tren dapat menjadikan pesantren sebagai pilihan utama masyarakat. Kami siap mendukung program-program penguatan kemandirian pesantren," ucapnya saat menerima kunjungan Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren Indonesia (PK-TREN) Provinsi Sumatera Utara di Ruang Kakanwil, Kamis (5/2/2026).
Ia juga mengatakan FK Tren dapat melakukan upaya-upaya yang penting dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan dan pengawal moderasi beragama. Pesantren-pesantren sebagai benteng yang kokoh dalam mempertahankan tradisi luhur bangsa dan menanamkan pemahaman agama yang inklusif dan toleran.
"Banyak pemimpin dan tokoh bangsa yang lahir dari pesantren. Ini harus tetap kita jaga terutama dalam mengawal nilai kebangsaan dan moderasi beragama," tegasnya.
Kakanwil Kemenagsu menyebutkan saat ini Direktorat Pondok Pesantren telah resmi berdiri dan siap untuk melayani penguatan pesantren di Indonesia. Pendirian Direktorat Pontren merupakan implementasi Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.
"Alhamdulillah, lahirnya Ditjen Pontren ini akan bertujuan memberikan perhatian yang lebih besar, baik dari segi santri dan guru, pendanaan, maupun program. Ini bukti pemerintah semakin hadir dalam melayani dan mendukung penguatan pesantren di seluruh Indonesia termasuk Sumatera Utara," ucap Kakanwil.
Ahmad Qosbi mengapresiasi dan siap mendukung program-progam PK Tren dalam mengembangkan potensi-potensi pondok pesantren di Sumatera Utara. Ia meminta PK Tren melibatkan dan berkolaborasi dengan semua pesantren yang ada di Sumatera Utara dan membentuk PK Tren di kabupaten/kota.