POSMETRO MEDAN,Medan– Direktur Utama (Dirut) salah satu BUMD Provinsi Sumatera Utara berinisial AW (25), yang terlibat dugaan skandal asusila diketahui merupakan kader Partai Gerindra Sumatera Utara.
Sayangnya hingga kini, petinggi Gerindra Sumut belum memberikan penjelasan terkait dugaan skandal yang menyeret salah satu kadernya yang menduduki jabatan strategis tersebut.
AW diduga menghamili seorang perempuan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi baik dari yang bersangkutan maupun dari pihak partai.
Upaya konfirmasi telah dilakukan wartawan posmetromedan,id kepada Sugiat Santoso dan Ade Jona, petinggi Gerindra Sumut. Pesan singkat yang dikirimkan sejak beberapa waktu lalu belum mendapat jawaban. Sikap diam ini justru memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Publik mempertanyakan, mengapa partai sebesar Gerindra memilih bungkam terhadap isu yang menyangkut moral kader sekaligus pejabat publik. Apalagi, jabatan Dirut BUMD yang diemban AW bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pengelolaan keuangan daerah.
Pengamat menilai, keheningan partai bisa saja merupakan strategi menunggu kejelasan fakta. Namun di sisi lain, sikap tersebut berpotensi mencederai kepercayaan publik jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penjelasan.
"Jika benar ini hanya isu, partai seharusnya segera meluruskan. Tapi jika ada persoalan serius, publik juga berhak tahu bagaimana sikap dan langkah partai," ujar seorang aktivis di Medan yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini menjadi ujian transparansi dan komitmen etika politik Partai Gerindra, khususnya di Sumatera Utara. Hingga kini, hak jawab dari Sugiat Santoso maupun DPD Gerindra Sumut masih ditunggu wartawan.
Posmetromedan.id akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna menghadirkan informasi yang berimbang dan akurat kepada publik.
Sebelumnya, dugaan skandal asusila yang menyeret seorang petinggi BUMD Pemprov Sumut menjadi perhatian luas masyarakat setelah informasi tersebut beredar di sejumlah media online dan media sosial.