POSMETROMEDAN, Simarpinggan- Ia berbicara pelan, lewat jalan yang retak, drainase yang tersumbat, harga pupuk yang merangkak naik, dan masjid yang menua bersama doa-doa warganya.
Pada Reses II Tahun Sidang 2025-2026, suara-suara itu berkumpul di Desa Perkebunan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, ketika Muniruddin Ritonga, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), duduk berhadap-hadapan dengan konstituennya.
Kepala desa Tarso, para Hatobangon Saelan, Keliwon, Habibulloh Hasibuan Naposo Nauli Bulung (NNB), dan ratusan warga di Simarpinggan, desa perkebunan yang jarang tersorot, namun sarat persoalan.
Di awal Februari, menjelang Ramadan Reses forum resmi yang justru paling jujur karena rakyat berbicara apa adanya. Karena di situlah politik menemukan maknanya.
Dengan kalimat sederhana, harapan yang dititipkan, dan doa yang tak pernah absen.
Seorang tokoh masyarakat membuka pertemuan dengan nada bersahaja, sampaikan unek-unek mumpung bapak dewan berhadir. Harapannya sederhana kesehatan bagi wakil mereka agar tetap bisa memperhatikan desa, permohonan agar harga pupuk turun, harga karet naik, harga sembako terjangkau, dan bantuan pembangunan masjid dapat diwujudkan.
Bukan tuntutan muluk, melainkan kebutuhan yang lama menunggu.
Kepala desa menegaskan relasi yang ingin dijaga, bapak ini bukan tamu, tapi keluarga kita, wakil kami di Sumut.