MTsN 1 Palas SPanen Sawi Hijau Hasil Program Ekoteologi

Evi Tanjung - Rabu, 25 Februari 2026 14:37 WIB
ist
MTSN I Palas panen sawi hijau hasil program Ekoteologi

POSMETROMEDAN, Palas - Keberhasilan Program Ekoteologi di MTsN 1 Padang Lawas kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Selasa (24/02/2026) kemarin siswa-siswi bersama guru melaksanakan panen sawi hijau di kebun madrasah sebagai bagian dari keberlanjutan gerakan peduli lingkungan yang telah berjalan secara konsisten.

Kegiatan panen ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan program sebelumnya, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Ekoteologi Madrasah bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi warga madrasah.

Tanaman yang dipanen adalah sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis), sayuran daun yang kaya akan vitamin dan memiliki nilai gizi tinggi. Sawi hijau tersebut ditanam dan dirawat secara bersama oleh siswa dengan pendampingan guru, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan rutin.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak jelas saat para siswa memanen sawi hijau yang tumbuh subur. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter melalui praktik langsung di lingkungan madrasah.

Program Ekoteologi Madrasah bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa kepedulian terhadap alam adalah wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kepala MTsN 1 Padang Lawas, Hj. Mahyarni Junida Nasution, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi atas semangat dan konsistensi warga madrasah dalam menjalankan program tersebut.

"Panen sawi hijau ini adalah hasil dari kerja keras dan kebersamaan seluruh warga madrasah. Program Ekoteologi bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari siswa.

"Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ketika mereka merawat tanaman dengan sungguh-sungguh, di situlah nilai-nilai keislaman dipraktikkan secara langsung," tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Madrasah berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi budaya positif yang mengakar kuat di lingkungan sekolah.



Tag:

Berita Terkait

Sumut

Menjelang Ramadan dan Lampu yang Kerap Padam: Catatan Reses Munir Ritonga di Mosa Tapanuli Selatan