Posmeto Medan, Binjai - Mempererat silaturahmi serta menyemarakkan syiar Islam di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Binjai menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang dipusatkan di Masjid Al-Fatih, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Senin (2/3/2026).
Kegiatan diawali dengan pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai periode 2025–2030 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP. Berdasarkan naskah pelantikan yang dibacakan perwakilan MUI Provinsi Sumatera Utara, H. Rizaldi Nasution, S.Pd.I., M.M. resmi dilantik sebagai Ketua MUI Kota Binjai, didampingi Dr. Zaini Dahlan sebagai Sekretaris dan H.M. Nasir Tanjung, S.Th.I., M.I.Kom sebagai Bendahara.
Dalam arahannya, Wali Kota Binjai menyampaikan harapan agar kepengurusan MUI yang baru dapat terus memperkuat peran ulama dalam membina umat serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Kota Binjai. "Pemerintah Kota Binjai berharap MUI dapat terus menjadi mitra strategis dalam membimbing umat, memperkuat nilai moral masyarakat, serta menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama," ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Binjai menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara ulama dan pemerintah dalam menjaga moral umat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, juga menyampaikan bahwa MUI merupakan "tenda besar" bagi seluruh organisasi Islam dalam memperkuat persatuan umat dan bangsa.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan Tim Safari Ramadan Kota Binjai oleh Wali Kota Binjai. Tim tersebut dijadwalkan mengunjungi 37 masjid di seluruh wilayah Kota Binjai secara serentak pada 4 Maret 2026. Wali Kota menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi sarana pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
"Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi serta mendengar langsung kebutuhan masyarakat demi mewujudkan Binjai yang maju dan berkelanjutan," ungkapnya.
Selanjutnya, Wali Kota Binjai secara resmi membuka kegiatan Ramadan Rakyat yang berlangsung pada 2 hingga 8 Maret 2026 di pelataran Masjid Al-Fatih. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal dalam suasana religius Ramadan.
Wali Kota menyampaikan bahwa Ramadan Rakyat menjadi ruang kolaborasi antara nilai keagamaan dan penguatan ekonomi masyarakat. "Melalui Ramadan Rakyat, kita ingin menghadirkan suasana Ramadan yang tidak hanya religius, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal," katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ceramah kultum menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Ustadz H. Irfan Yusuf, S.Pd.I., yang menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mengajak umat meraih keberhasilan melalui keseimbangan peran kepemimpinan, pemanfaatan harta untuk ibadah, dan peran ulama sebagai pembimbing umat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Binjai Hj. Gusuartini br. Surbakti, Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, S.Sos., S.H., M.Kn., Sekretaris MUI Provinsi Sumut Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., Dewan Pertimbangan MUI Kota Binjai Prof. Dr. H.M. Jamil, MA, Ketua Baznas Kota Binjai Ir. H. Ansyarullah,M.MA., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Binjai Dr. H. Mustapid, M.A., Danyon Arhanud 11/WBY Letkol Arh. Wahyu Hidayat, Danramil 17/BT Kapten Inf. Herman Ginting, Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. Nst, Ketua TP PKK Kota Binjai Ny. Nurhayati Amir Hamzah, Ketua DWP Kota Binjai Ny. Fipia Chairin F. Simanjuntak, perwakilan Kejari Binjai, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, perwakilan Pengadilan Agama Binjai, jajaran MUI Provinsi Sumatera Utara dan MUI Kota Binjai, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perbankan, pimpinan OPD, organisasi keagamaan dan organisasi wanita, para alim ulama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat Kota Binjai. ( Oji )