Posmetro Medan, Medan - Kementerian Agama tengah menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik. Program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Program ini direncanakan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri. Masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, S.Ag menyampaikan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi bersama satuan kerja Se Sumatera Utara siap mendukung program Masjid ramah pemudik jelang masa mudik Idul Fitri 1447 H. Sakoanda memaparkan bahwa saat ini koordinasi dalam rangka kesiapan Masjid telah dilakukan dengan satuan kerja mulai dari Kemenag Kab/Kota dan KUA.
" Sejumlah 281 masjid kita arahkan untuk mendukung program ramah mudik, Masjid akan menjadi rest area yang akan buka 24 jam di jalur mudik. Ada beberapa Masjid mungkin yang akan sangat ramai pada masa mudik mendatang, Masjid Taqwa di Simalungun, akan menjadi rest area 24 jam yang ramah pemudik, yang akan melayani pemudik yang melintas di Sumatera dengan fasilitas fasilitas yang memadai. Kawasan Simalungun ini, relatif menjadi medium antara pemudik yang melintas dari Medan menuju kawasan Selatan, begitupun sebaliknya," ungkapnya.
Sakoanda mengatakan bahwa Program Masjid Ramah Pemudik bertujuan mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat layanan umat, khususnya bagi masyarakat yang melintasi jalur mudik. Masjid didorong untuk membuka akses selama 24 jam guna memberikan kemudahan bagi pemudik yang membutuhkan tempat beribadah maupun beristirahat. Selain itu, pengurus masjid juga diimbau untuk menjaga keamanan lingkungan masjid, termasuk area parkir kendaraan, agar para pemudik merasa aman dan nyaman.
Pengelola Masjid diharapkan memastikan kebersihan toilet serta ketersediaan air wudhu yang memadai bagi para jamaah. Fasilitas yang bersih dan terawat akan memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan citra positif masjid sebagai rumah ibadah yang ramah bagi semua kalangan.
" Selain di Masjid Taqwa Kab Simalungun juga ada Masjid Al Munawwarah di Kab. Batubara dan Masjid Al Huda di Kab Asahan. Kita juga berharap pengelola masjid pada jalur lintas tersebut siap bekerja sama dalam memberikan layanan bagi pemudik yang melintas mulai dari penyiapan rest area 24 jam, toilet yang bersih, parkir dan lingkungan yang nyaman untuk istirahat dan ibadah. ", jelas Sakoanda.
Ia menambahkan, agar mudah dikenali, Masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu.
" Nanti ada spanduk yang kita pasang di area Masjid, area mudik ini 24 jam, pemudik tidak bisa kita prediksi jam berapa saja, untuk itu Masjid akan buka 24 jam dan nanti bisa lihat spanduk, sehingga yakin bahwa masjid tetap terbuka pada jam berapa pun, koordinasi akan terus kita lakukan jelang masa mudik Idul Fitri 1447 H", ungkapnya.(maldi)