POSMETRO MEDAN,Medan- Deretan sepeda motor dan mobil yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah stok bahan bakar minyak (BBM) mulai menipis?
Bagi Rudi Alfahri Rangkuti, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), pemandangan antrean panjang itu lebih mencerminkan kepanikan publik, bukan tanda kelangkaan BBM yang sesungguhnya.
"Sampai hari ini stok BBM masih aman. Dari yang saya lihat dan pantau langsung, tidak ada bensin maupun solar yang benar-benar habis di SPBU," kata Rudi, saat diwawancarai mengenai antrean BBM di sejumlah daerah di Sumatera Utara, Sabtu (07/3/20026) malam melalui telepon.
Menurut anggota Komisi B DPRD Sumut itu, antrean panjang terlihat di beberapa titik, salah satunya di Binjai, tepatnya di kawasan Jalan Sukarno-Hatta, Tanah Tinggi di SPBU terbesarnya. Lokasi tersebut, kata Rudi, menjadi salah satu titik antrean kendaraan yang paling mencolok.
Ia juga melihat antrean di sejumlah SPBU lain di sekitar wilayah Medan dan Binjai. Namun setelah diamati lebih jauh, kendaraan yang mengantre sebagian besar justru membeli BBM non-subsidi seperti Pertamax, bukan BBM subsidi.
"Yang antre itu banyaknya Pertamax. Minyaknya sebenarnya ada, bukan habis,"ujarnya.
Dalam pemantauannya di lapangan, Rudi juga menemukan fenomena lain, sebagian masyarakat datang mengisi bahan bakar, lalu menyimpannya sebagai stok karena khawatir akan terjadi kelangkaan di kemudian hari.
Menurut Rudi, salah satu faktor yang memicu kepanikan publik adalah beredarnya berbagai informasi terkait potensi gangguan pasokan energi, termasuk isu mengenai ketersediaan BBM dalam waktu terbatas.
Ia menyinggung pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sempat memunculkan kekhawatiran publik terkait stok BBM.
Namun Rudi menegaskan bahwa pernyataan tersebut telah diklarifikasi dan diperbaiki, sehingga tidak perlu menimbulkan kecemasan berlebihan di tengah masyarakat.