POSMETRO MEDAN,Medan – Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara memastikan situasi lalu lintas di jalur tol maupun arteri tetap terkendali.
Kerja keras personel di lapangan serta koordinasi lintas sektoral yang matang membuahkan hasil positif, ditandai dengan penurunan angka fatalitas kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.
Berdasarkan data statistik, terjadi penurunan baik dari sisi jumlah maupun dampak kecelakaan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Jumlah kejadian kecelakaan tercatat turun 20 persen, dari 15 kasus pada tahun lalu menjadi 12 kasus pada tahun ini.
Penurunan juga terlihat pada angka korban meninggal dunia yang menyusut sebesar 25 persen. Sementara itu, jumlah korban luka berat tercatat tetap, sedangkan korban luka ringan mengalami kenaikan sebesar 42,9 persen.
Adapun total kerugian materiil mencapai Rp54.300.000, seiring tingginya intensitas kendaraan selama arus mudik dan balik.
Keberhasilan Operasi Ketupat Toba tahun ini tidak hanya ditopang kesiapan aparat, tetapi juga peran aktif masyarakat. Tingkat kesadaran pengguna jalan dalam mematuhi aturan lalu lintas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah, S.I.K., menegaskan bahwa pengawasan di titik rawan kemacetan serta jalur wisata seperti Danau Toba dan Berastagi tetap menjadi prioritas utama.
"Angka kecelakaan turun 20 persen dan korban meninggal dunia menyusut 25 persen. Ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan serta koordinasi lintas sektoral yang baik. Kami memastikan jalur tol, arteri, hingga lokasi wisata tetap aman bagi masyarakat," ujar Firman, Selasa (24/3/2026).
Meski Operasi Ketupat Toba secara resmi berakhir pada 25 Maret, kepolisian mengambil langkah strategis dengan memperpanjang masa pengamanan hingga 29 Maret 2026.