POSMETRO MEDAN,Labuhanbatu – Di balik riuhnya jagat maya, terkadang terselip kisah pilu yang tak kasat mata. Fauzan, seorang remaja yang sempat menjadi buah bibir di media sosial bukan karena prestasinya, melainkan karena perundungan (bullying) yang menyasar penampilan fisiknya, kini tak lagi berjalan sendirian.
Pada Rabu (1/4/2026), suasana di Kantor Camat Panai Hilir mendadak terasa hangat. Bukan karena cuaca, melainkan kehadiran jajaran Polres Labuhanbatu yang datang membawa misi khusus, "memulihkan harapan yang sempat patah".
Kapolsek Panai Hilir, IPTU Yuna H. Gultom, S.H., M.H., mewakili Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., hadir langsung untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi Fauzan. Kegiatan ini menjadi oase bagi sang remaja yang sempat terpuruk akibat komentar miring netizen terkait cara berpakaiannya.
Dalam pertemuan tersebut, kepolisian melepas seragam "kaku" penegak hukum dan hadir sebagai sosok pelindung sekaligus sahabat. Fauzan diberikan motivasi agar kembali percaya diri dan tidak membiarkan jempol jahat di media sosial merampas masa depannya.
"Kami hadir untuk memastikan Fauzan tahu bahwa dia tidak sendiri. Kondisi emosionalnya adalah prioritas kami agar ia bisa kembali merasakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat," ujar IPTU Yuna H. Gultom.
Tak sekadar kata-kata penyemangat, Polres Labuhanbatu juga memberikan "amunisi" baru bagi Fauzan untuk kembali ke sekolah. Sebuah paket tali asih berupa, tas sekolah baru, seragam sekolah lengkap dan sepatu baru.
Pemberian ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol bahwa ada tangan-tangan yang siap menopang langkah Fauzan untuk menatap masa depan dengan lebih optimis.
Langkah yang diambil Polres Labuhanbatu ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna media sosial. Bullying bukan sekadar gurauan, ia meninggalkan luka batin yang dalam. Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan perannya yang tidak hanya menjaga ketertiban fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental generasi muda.
Di akhir kegiatan, Polres Labuhanbatu menitipkan pesan penting bagi masyarakat.
Pertama, Bijak Bersosial Media, Pikirkan dampak sebelum mengetik komentar.