POSMETRO MEDAN,Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menambah kuota penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut.
"Kami meningkatkan penyaluran beras SPHP menjadi sekitar 700 ton per hari dari sebelumnya 300 ton per hari di pasar," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan peningkatan penyaluran beras SPHP ke sejumlah mitra dilakukan karena ada potensi kenaikan harga beras yang dipicu harga gabah di pasaran mencapai Rp7.500 per kilogram.
Lebih lanjut, ia mengatakan potensi lain berasal dari panen di sejumlah daerah di Sumut yang belum maksimal. Selain itu, sebagian wilayah serapan masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana, seperti Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Langkat.
"Berdasarkan pemantauan kami, harga beras premium sudah naik Rp200 di pasar atau rata-rata menjadi Rp15.400 per kilogram. Sementara untuk kelas medium masih stabil karena masih tersedia beras SPHP," katanya.
Ia menambahkan intensifikasi penyaluran beras SPHP ke sejumlah mitra telah mencapai 24.753 ton sejak Januari hingga 4 April 2026.
Budi mengatakan penyaluran dilakukan melalui sejumlah mitra, antara lain Program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.
Sementara itu untuk harga, Budi mengatakan ketentuan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram.
"Namun, harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing instansi dalam kerja sama tersebut," ujarnya.
Budi menambahkan hingga saat ini stok gudang di Sumut mencapai 56.400 ton sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.