POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Kebijakan mutasi yang diteken Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, memicu polemik.
Alih-alih meningkatkan pelayanan, pemindahan dokter gigi dari Puskesmas Negeri Lama ke pusat kota justru meninggalkan lubang menganga pada pelayanan kesehatan warga Kecamatan Bilah Hilir.
Kini, Puskesmas Negeri Lama yang dikenal memiliki fasilitas medis lengkap berubah layaknya gedung kosong tanpa nyawa. Absennya tenaga ahli membuat pasien yang membutuhkan tindakan medis darurat terpaksa menelan kekecewaan.
Jeritan hati rakyat kecil mulai bermunculan. Suyati, warga Desa Negeri Lama Seberang, mengaku harus pulang dengan tangan hampa meski telah dua kali mendatangi puskesmas.
"Kami kecewa karena penggantinya tidak ada. Sudah dua kali datang, dokter gigi yang baru belum juga muncul," keluhnya dengan nada getir.
Kekesalan serupa dilontarkan Sri, warga Negeri Lama. Rencana tindakan medisnya terhenti total akibat kebijakan ini. Padahal, ia sudah mengikuti instruksi medis untuk mengonsumsi obat sebelum pencabutan gigi. Namun, saat kembali, sang dokter sudah dipindah ke lokasi lain tanpa ada pengganti yang siap melayani.
Kebijakan ini memantik reaksi keras dari aktivis lokal, Taslim Pohan. Ia menegaskan bahwa hak prerogatif Bupati tidak boleh menabrak kepentingan publik.
"Puskesmas ini megah, alat medis lengkap, tapi dokternya tidak ada. Ini ironis! Lantas untuk apa fasilitas mewah itu jika rakyat tidak bisa berobat?" semprot Taslim, Rabu, 8 April 2026.
Kritik tajam juga datang dari Sekretaris PAWAPATI, Abdul Hasyim. Ia menyayangkan keputusan Bupati yang notabene memiliki latar belakang medis, namun dianggap gagal memetakan urgensi tenaga dokter di wilayah pelosok yang jauh dari akses rumah sakit kota.
Kepala Puskesmas Negeri Lama, Sukiyem, S.Tr.Keb., M.Kes., mengonfirmasi bahwa drg. Artika Rambe telah angkat kaki selama sepekan terakhir. Saat ini, pihaknya hanya bisa menanti kiriman tenaga medis baru dari pemerintah daerah.