POSMETRO MEDAN, Labusel – Krisis energi listrik yang menghantam Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), mencapai titik didih. Fenomena Byar-Pet yang terjadi berulang kali dalam sehari memicu amarah publik dan mendapat sorotan tajam dari parlemen.
Anggota DPRDLabusel dari Fraksi Hanura, Ruslan Tambak, secara blak-blakan membongkar bobroknya pelayanan PLN di wilayah tersebut.
Menurutnya, intensitas pemadaman sudah di luar batas kewajaran dan sangat menyiksa aktivitas ekonomi serta kenyamanan masyarakat.
"Pekan terakhir ini parah sekali. Bayangkan, dalam sehari listrik bisa mati sampai 5 kali, bahkan lebih! Ini bukan lagi gangguan biasa, ini sudah darurat pelayanan!" tegas Ruslan dengan nada geram saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Sebagai mantan Pemimpin Redaksi media nasional yang kini duduk di kursi legislatif, Ruslan menilai tidak ada alasan bagi PLN untuk memberikan pelayanan buruk.
Ia menekankan bahwa PLN adalah perusahaan negara yang memonopoli pasar dengan keuntungan fantastis, namun berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.
"Masyarakat sudah kewajiban membayar mahal, tapi hak untuk mendapatkan aliran listrik yang stabil justru dirampas. PLN itu untungnya besar, monopoli pula. Kenapa kualitas pelayanannya seperti ini? Rakyat yang jadi korban!" cecarnya.
Eks wartawan senior ini mendesak agar manajemen pusat segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PLN di wilayah Labuhanbatu Selatan.
"Evaluasi Total atau Rakyat Terus Dirugikan!" tegasnya mengakhiri.
Ironisnya, di tengah jeritan warga dan desakan anggota dewan, pihak otoritas PLN setempat justru menunjukkan sikap yang jauh dari profesional.