POSMETRO MEDAN, Medan - Gedung DPRD Sumatera Utara tampak lengang.Para wakil rakyat itu sedang berada di luar kota menjalankan kunjungan kerja, menyusuri daerah lain, mencari cermin bagi daerahnya sendiri.Salah satu di antaranya adalah Rudi Alfahri Rangkuti, anggota DPRD Sumut Komisi B dari Fraksi PAN, memilih Pekanbaru sebagai tujuan.
Selama tiga hari, hingga Sabtu, ia bersama rombongan menyambangi mitra kerja mereka di sektor perdagangan dan perindustrian. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya membaca denyut ekonomi dari dekat khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mendasarnya sederhana, mengapa UMKM di daerah lain bisa melesat, sementara di Sumatera Utara masih tertatih di banyak sisi.
Di Pekanbaru, jawabannya tidak tunggal. Ia tersebar dalam praktik-praktik kecil yang konsisten dan kebijakan yang berpihak.
Rudi menemukan, pelaku UMKM di sana tidak berjalan sendiri. Mereka ditopang oleh sistem. Salah satunya melalui dukungan perbankan, di mana pelaku usaha yang mengakses kredit mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Skema ini membuat pelaku UMKM berani berkembang tanpa dihantui beban finansial yang berat.
"UMKM di sana tumbuh karena ada keberpihakan nyata. Pemerintah hadir, bukan sekadar mengatur, tapi ikut menanggung risiko," ujar Rudi.
Dari Lidi ke Amerika, dari Madu ke Timur Tengah
Yang menarik, komoditas unggulan UMKM Pekanbaru bukan hanya produk umum. Ada yang sederhana bahkan sering dianggap remeh namun bernilai ekspor tinggi.
Produk berbahan lidi, misalnya, justru menjadi salah satu yang paling diminati hingga menembus pasar Amerika Serikat.
Sementara madu dari daerah itu menempuh jalur perdagangan yang lebih panjang, diekspor ke Malaysia, kemudian dikemas ulang dengan merek lokal, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke pasar Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia.