POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu –SD Negeri 14 Panai Hulu, yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi generasi bangsa di Labuhanbatu, kini kondisinya justru memprihatinkan.
Ironisnya, degradasi moral dan fisik sekolah ini terjadi di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang telah berkuasa selama 14 tahun lamanya. Alamak..!
Berdasarkan investigasi langsung di lokasi Dusun IV, Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu pemandangan memilukan tersaji nyata. Alih-alih ruang kelas yang nyaman, para siswa dipaksa bertaruh nyawa di bawah.
Kondisi asbes sekolah tampak menganga, siap runtuh kapan saja menimpa kepala siswa. Lalu, lantai hancur, kondisi semen yang rusak menambah kesan kumuh dan tidak terawat.
Selanjutnya, meja dari kayu dan triplek rusak parah, serta kursi plastik yang telah rusak masih dipaksakan untuk menyokong aktivitas belajar.
Video kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut juga beredar di platform media sosial.
Keresahan mendalam menyelimuti para wali murid. Mereka mengaku dihantui rasa takut setiap kali melepas anak-anak mereka berangkat ke sekolah yang dianggap sudah tidak layak huni tersebut.
"Sudah lama kami melihat kondisi ini, tapi seolah tidak ada perubahan. Anak-anak jadi kurang nyaman belajar," cetus salah satu wali murid dengan nada penuh kekecewaan.