POSMETRO MEDAN, Dairi - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Dairi menggelar sosialisasi Kegiatan Berbasis Kurikulum (KBC) yang diikuti seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta kepala madrasah. Kegiatan berlangsung Sabtu (18/4) pukul 10.30–12.30 WIB di lingkungan madrasah.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari penguatan implementasi pembelajaran berbasis kurikulum yang menekankan pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar, keterlibatan aktif siswa, serta penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Karlabela Sagala, S.Pd.I, seorang guru MIN 2 Dairi yang telah mengikuti pelatihan KBC sebelumnya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa KBC bukan sekadar perubahan metode, melainkan pendekatan pembelajaran yang menuntut guru lebih kreatif dalam mengelola kelas.
"KBC mengubah orientasi pembelajaran dari sekadar transfer materi menjadi proses membangun pengalaman belajar. Guru dituntut mampu menghidupkan kelas, bukan hanya menyampaikan materi," ujar Karlabela Sagala, S.Pd.I.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan KBC sangat ditentukan oleh konsistensi guru dalam menerapkan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada perkembangan karakter siswa.
Kepala MIN 2 Dairi, Suabdin Padang, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh unsur madrasah memiliki pemahaman yang sama dalam implementasi KBC.
"Tidak boleh ada perbedaan persepsi dalam penerapan KBC di kelas. Semua guru harus bergerak dalam satu arah yang sama: meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan siswa benar-benar merasakan proses belajar yang bermakna," tegas Suabdin Padang, S.Pd.I.
Ia juga menambahkan bahwa madrasah menargetkan implementasi KBC tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi benar-benar terlihat dalam praktik pembelajaran sehari-hari di kelas.
Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Setelah pemaparan materi, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi intensif. Para pendidik terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi teknis KBC, mulai dari perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga evaluasi berbasis proses.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, dengan banyaknya pertukaran gagasan antara pemateri dan peserta. Diskusi tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus penyamaan langkah dalam penerapan KBC di MIN 2 Dairi.