POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Memasuki penghujung April 2026, dinamika pasar di Kabupaten Labuhanbatu, Sumut menunjukkan tren deflasi pada komoditas ayam ras atau ayam potong (broiler).
Berdasarkan pantauan lapangan di Pasar Gelugur, Rantauprapat, harga daging ayam potong kembali mengalami koreksi harga yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan harga ini terlihat jelas pada perbedaan harga per bagian (cutting). Saat ini, harga paha ayam berada di level Rp30.000 per kg, turun dari harga sebelumnya Rp32.000 per kg.
Sementara itu, bagian dada dibanderol seharga Rp32.000 per kg, menyusut dari angka sebelumnya Rp34.000 per kg.
"Turun lagi harga ayam potong, hari ini tiga puluh paha ribu dan tiga dua dada per kilo. Sebelumnya paha tiga puluh dua ribu dan dada tiga puluh empat ribu," ujar Muslim, pedagang, Selasa (28/4).
Sebaliknya, segmen ayam kampung justru menunjukkan resistensi terhadap fluktuasi harga. Komoditas ini terpantau stabil di kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kg, belum mengalami perubahan berarti sejak berakhirnya periode musiman Lebaran.
Koreksi harga ayam broiler di tingkat eceran dipengaruhi oleh kondisi fundamental di sektor hulu.
Informasi dihimpun, beberapa faktor teknis yang memicu penurunan yakni terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) akibat siklus panen kandang yang terjadi secara bersamaan di tingkat peternak.
Selain pasokan melimpah, ayam yang masuk ke pasar saat ini memiliki bobot di atas rata-rata, berkisar antara 2,2 kg hingga 2,5 kg per ekor.
Melimpahnya volume daging per ekor secara otomatis menambah ketersediaan stok di meja pedagang, sehingga menekan harga jual.