POSMETRO MEDANLabuhanbatu
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu secara resmi memulai langkah evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan sarana prasarana Pemadam Kebakaran (Damkar).
Langkah ini diambil menyusul adanya kritik tajam serta insiden ketegangan yang mewarnai upaya pemadaman api di Lingkungan Bakti Lama beberapa waktu lalu.
Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. MKM, menegaskan bahwa perbaikan internal pada dinas terkait menjadi prioritas utama guna meningkatkan standar pelayanan publik di sektor tanggap darurat.
Hal ini disampaikan Bupati langsung saat meninjau 13 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban musibah tersebut.
Menanggapi aspirasi warga terkait kendala teknis armada di lapangan, Bupati menekankan pentingnya penguatan kapasitas personel dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pemadam kebakaran.
"Masukan dari masyarakat, khususnya terkait kesiapsiagaan armada Damkar, menjadi catatan penting bagi kami. Kedepannya, kita akan melakukan evaluasi dan penguatan kapasitas sarana prasarana serta personel agar respons terhadap situasi darurat dapat lebih maksimal," tegas Bupati Maya Hasmita didampingi Ketua DPRD Labuhanbatu, Arjan Priadi Ritonga, SKM dan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu, Minggu (3/5).
Evaluasi ini diharapkan mampu meminimalisir kerugian materil maupun non-materil bagi warga, seperti yang dialami oleh Ahmad Ramadhan Harahap, Djenggo Hamonangan, Juniar Aruan, serta korban lainnya yang kehilangan tempat tinggal dalam kebakaran hebat tersebut.
Sebagaimana diketahui, proses pemadaman api pada Selasa (28/4) petang sempat diwarnai aksi anarkis dari warga yang tersulut emosi.