Posmetro Medan, Medan -Pemko Medan mempertegas komitmennya dalam mewujudkan kebijakan berbasis data (data-driven policy) demi menjamin arah pembangunan yang tepat sasaran. Hal ini ditegaskan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).
Dikatakannya, Sensus Ekonomi (SE) 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen vital untuk menjaga stabilitas daerah.
Rico Waas meminta BPS, melangkah lebih jauh dengan menyajikan analisis tajam yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini.
"BPS diharapkan mampu menghadirkan analisis yang tajam serta memberikan peringatan dini terhadap dinamika ekonomi, seperti pemetaan tingkat konsumsi hingga kondisi stok yang mempengaruhi harga. Dengan informasi itu, kebijakan kita akan lebih responsif," kata Rico Waas.
Selain stabilitas harga, Rico Waas juga mendorong sinkronisasi data investasi antara BPS dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, guna memetakan sektor yang paling prospektif.
"Nantinya BPS bersama DPMPTSP bisa saling berkoordinasi terkait investasi di Kota Medan, sehingga kita bisa mengetahui secara pasti sektor mana yang sedang berkembang pesat," tambahnya didampingi Kadis Kominfo Arrahmaan Pane dan Kepala Bappeda Ferri Ichsan.
Menanggapi dukungan tersebut, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprilia menjelaskan bahwa 1.547 petugas akan dikerahkan mulai 15 Juni mendatang untuk pendataan door-to-door. Sebagai simbol dimulainya sensus, Rico Waas dijadwalkan menjadi tokoh pertama yang didata secara perdana di kediamannya.