POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Guratan bahagia sekaligus haru terpancar dari wajah 200 jamaah calon haji, saat matahari baru saja menyingsing di ufuk timur Rantauprapat.
Selasa (5/5) pagi, Aula Asrama Haji menjadi saksi bisu keberangkatan 218 'Tamu Allah' asal Kabupaten Labuhanbatu yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 tahun 1447 H/2026 M.
Suasana khidmat kian terasa saat prosesi adat upa-upa dan tepung tawar dilaksanakan.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penguatan semangat dan doa restu dari tanah kelahiran agar para jamaah diberikan kekuatan fisik dan batin selama berada di Tanah Suci.
Di tengah kerumunan jamaah, terselip cerita tentang semangat yang melampaui usia. Kasmiran Kartiani Abdullah, pria berusia 84 tahun, tercatat sebagai jamaah tertua dalam kloter ini.
Meski langkahnya tak lagi secepat dulu, binar matanya menunjukkan keteguhan hati untuk menyempurnakan rukun Islam kelima. Begitu pula dengan Nurhamni Dalimunthe dan Masintan Hasibuan, dua srikandi berusia 80 tahun yang turut dalam rombongan.
Di sisi lain, gairah muda juga mewarnai Kloter 13. Muhammad Fauzi dan Ahmad Nasyrullah Tsani, dua pemuda berusia 18 tahun, menjadi jamaah termuda yang mendapatkan kesempatan istimewa berangkat ke tanah suci di usia remaja.
Perbedaan usia ini seolah menjadi pesan bahwa panggilan ke Baitullah adalah rahasia sang khalik bagi siapa saja yang Dia kehendaki.
Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita yang memimpin langsung pelepasan ini, memberikan sentuhan personal dalam sambutannya. Ia mengingatkan bahwa perjalanan ini adalah perjalanan spiritual yang agung, bukan sekadar pelesir biasa.
"Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Jaga kesehatan dan kekompakan. Kami menitipkan nama baik Kabupaten Labuhanbatu di pundak Bapak dan Ibu sekalian," ujar Bupati Maya dengan nada lembut namun tegas.