Guru Non-ASN di Karo Cemas atas SE Mendikdasmen, Ketua DPRD Minta Dinas Pendidikan Segera Bertindak

Evi Tanjung - Kamis, 07 Mei 2026 18:19 WIB
ist
Ketua DPRD Tanah Karo Iriani Be Tarigan

Posmetro Medan, Tanah Karo -Kalangan guru non-ASN di Kabupaten Karo dilanda kecemasan menyusul terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur penugasan guru non-ASN di sekolah negeri.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa masa penugasan guru non-ASN di sekolah negeri berlaku hingga 31 Desember 2026. Ketentuan itu memunculkan kekhawatiran di kalangan guru honorer karena berkembang anggapan bahwa mulai 1 Januari 2027 mereka tidak lagi diperbolehkan mengajar di sekolah negeri.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan, terutama karena sebagian guru non-ASN menilai aturan tersebut belum dipahami secara menyeluruh di tingkat daerah. Mereka mempertanyakan kejelasan mengenai mekanisme penugasan, penggajian, hingga keberlanjutan status tenaga honorer di sekolah.

Sejumlah guru non-ASN berharap Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pendidikan segera memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi yang dapat memicu kepanikan.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Karo segera mengambil langkah konkret guna memberikan kepastian kepada para guru non-ASN.

"Kita meminta Dinas Pendidikan jangan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Guru non-ASN juga bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Mereka harus mendapat kepastian dan solusi," ujar Iriani saat dimintai tanggapan, Kamis (7/5/2026).

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar implementasi surat edaran tersebut tidak merugikan tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdi di sekolah-sekolah, khususnya di daerah.

Menurutnya, keberadaan guru non-ASN masih sangat dibutuhkan di Kabupaten Karo untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah.

"Jangan sampai kebijakan ini justru membuat proses pendidikan terganggu. Pemkab Karo melalui Dinas Pendidikan harus hadir memberikan kepastian dan perlindungan kepada para guru," tegasnya.

Menanggapi keresahan guru non ASN tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Karo,Leonard Girsang mengatakan Dinas pendidikan pada dasarnya berterima kasih keberadaan guru non ASN yang bertugas saat ini, karena dengan keberadaan mereka sangat membantu keterlaksanaan pembelajaran di Sekolah Negeri.



Tag:

Berita Terkait

Sumut

150 Guru Dan Pengurus UKS SMP Se-Kota Medan Ikuti Bimtek

Sumut

Dugaan Pelanggaran SE BKN di Kemenag Labuhanbatu, Jabatan Plt Kasi Penmad 'Abadi',

Sumut

Dugaan Korupsi di Disdik Labuhanbatu Dilaporkan ke Kejati Sumut, Dari Pungli Kepsek Hingga Proyek Toilet

Sumut

Lurah Beringin Ajak Warga Peduli Kebersihan Lewat Gerakan Indonesia Asri

Sumut

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tekankan Tata Kelola Dana BOSP

Sumut

Forkala dan FPK Dukung Surat Edaran Walikota,Siap Jadi Jembatan Pemahaman Di Tengah Masyarakat