POSMETRO MEDAN, Medan - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNIMED melatih puluhan guru untuk memanfaatkan teknologi Augmented Reality dalam pembelajaran di SMAN 2 Percut Sei Tuan. Kegiatan ini dilaksanakan awal Mei lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 17 orang guru ini didanai oleh LPPM UNIMED. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah.
Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Drs. Jasmidi, M.Si. dengan anggota tim yaitu Prof. Dr. Asep Wahyu Nugraha, M.Si., Prof. Dr. Murniaty Simorangkir, M.S., Halim Simatupang, M.Pd., Muhammad Nizam, S.Si., Dr. Iis Siti Jahro, M.Si., Rabiah Afifah Daulay, M.Pd., Muhammad Isa Siregar, M.Pd., Rafidah Almira Samosir, S.Pd., M.Pd. serta mahasiswa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ketua pengabdian, Drs. Jasmidi, M.Si. menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi Augmented Reality diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, serta selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Kepala Sekolah Suaibatul Aslamiah, M.Si. turut memberikan apresiasi kepada tim PKM UNIMED atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kompetensi digital guru di sekolah.
Kegiatan PKM ini berlangsung selama 3 hari ini. Pada hari pertama, peserta memperoleh pengenalan konsep pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) serta pelatihan dasar penggunaan aplikasi AR dalam pembelajaran. Hari kedua diisi dengan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis AR, mulai dari pembuatan marker, QR Code, visual coding, hingga perancangan media interaktif sesuai mata pelajaran masing-masing. Selanjutnya pada hari ketiga, tim PKM melaksanakan coaching clinic untuk menyempurnakan media AR yang telah dibuat peserta, dilanjutkan evaluasi kegiatan, penyerahan sertifikat, modul pelatihan, serta aplikasi pendukung pembelajaran digital kepada pihak sekolah.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru berhasil membuat media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan marker secara mandiri. Selain itu, peserta juga memperoleh modul pelatihan, akses aplikasi premium, dokumentasi produk, dan sertifikat kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi digital guru.(Rel)