POSMETRO MEDAN,Medan-- Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Hingga akhir April 2026, Dinas Kesehatan Sumut mencatat lonjakan signifikan kasus suspek campak di sejumlah daerah, bersamaan dengan kosongnya stok vaksin MR selama hampir dua bulan di tingkat provinsi.
"Awal tahun 2026, terjadi kekosongan vaksin MR kurang lebih selama dua bulan pada kami," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal, Rabu (13/5).
Data Dinkes Sumut menunjukkan, hingga 30 April 2026 terdapat 748 kasus suspek campak.
Dari jumlah itu, 51 kasus telah dinyatakan positif melalui pemeriksaan laboratorium. Angka tersebut meningkat tajam dibanding data awal Maret 2026 yang masih berada di angka 387 kasus.
Lonjakan kasus paling banyak ditemukan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Simalungun.
Bahkan Medan, Deli Serdang, serta Batubara kini telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Ironisnya, daerah dengan temuan kasus tertinggi justru memiliki capaian imunisasi dasar yang masih rendah.
Di Medan, cakupan imunisasi bayi lengkap hingga April 2026 baru mencapai 7,6 persen.
Sementara, Simalungun berada di angka 22,77 persen dan Deli Serdang 31,48 persen.