POSMETRO MEDAN, Medan – Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur'an memenuhi Aula Ahmad Dewi Syukur, Kamis (14/5/2026).
Di gedung penuh sejarah itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) resmi memulai perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XVII dan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVIII Tingkat Kabupaten.
Meski digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, semangat untuk memuliakan syiar Islam tidak sedikit pun luntur.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Labura dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan mental spiritual masyarakat.
Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendri Yanto Sitorus yang hadir membuka langsung kegiatan didampingi Wakil Bupati Dr. H. Samsul Tanjung menegaskan bahwa kegiatan keagamaan adalah prioritas yang tidak boleh dikesampingkan.
"Kegiatan yang bersifat pemborosan memang kita pangkas, namun untuk urusan ilmu dan iman seperti MTQ dan FSQ ini, harus tetap berjalan. Ini adalah panggung bagi masyarakat kita untuk menunjukkan bakat dan kedalaman iman mereka," ujar Bupati Hendri Yanto dengan nada optimis.
Bupati yang akrab disapa HYS ini tampak bangga saat menceritakan progres kualitas sumber daya manusia di Bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok.
Ia menyebut, santri dan santriwati asal Labura kini tidak lagi hanya menjadi penonton, tapi sudah mampu berbicara banyak di kancah luar daerah, bahkan hingga ke Pulau Jawa.
Kepada para kafilah yang bertanding, ia menitipkan pesan agar tidak cepat berpuas diri. "Jangan berhenti di sini. Teruslah mengkaji dan mempertajam kemampuan. Kami ingin melihat kalian berdiri di podium juara, bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi hingga level nasional," harapnya.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Forkopimda, mulai dari Ketua DPRD Labura, Kapolres Labuhanbatu, hingga Dandim 0209/LB. Di hadapan para tokoh agama dan dewan hakim, Bupati juga menekankan pentingnya objektivitas.