POSMETRO MEDAN, Labura – Kenyamanan belajar di SMP Negeri 2 Satu Atap (Satap) Aek Kuo, Desa Aek Korsik, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kini tengah menjadi sorotan tajam.
Alih-alih menjadi tempat menimba ilmu yang asri, sekolah ini justru mempertontonkan pemandangan fasilitas dasar yang memprihatinkan, terutama pada area toilet siswa.
Informasi yang dihimpun, Kamis (14/5), fasilitas sanitasi yang seharusnya menjadi penunjang kesehatan siswa tampak kumuh dan tidak terawat. Pintu toilet yang hilang, lantai yang rusak, hingga bau tidak sedap menjadi 'makanan' sehari-hari para siswa.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu masalah kesehatan serius seperti infeksi saluran kemih (ISK) hingga dampak psikologis berupa stres pada siswa.
Ketua Solidaritas Perempuan Merdeka (SPM), Nissa Dalimunthe, S.H., yang turun langsung meninjau lokasi, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pembiaran fasilitas sekolah yang rusak mencerminkan lemahnya manajerial pimpinan sekolah.
"Kepala sekolah harus bertanggung jawab. Jangan biarkan toilet kumuh penuh sampah, jendela pecah di kelas-kelas, hingga asbes yang hancur tetap dibiarkan begitu saja. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal moral seorang pemimpin dalam menjaga martabat sekolahnya," tegas Nissa.
Nissa juga mendesak Bupati Labuhanbatu Utara dan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala SMPN 2 Satap Aek Kuo, Julinawati Siregar.