POSMETRO MEDAN, Labusel – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan pilu seorang ibu yang menceritakan pengalaman buruknya terkait pelayanan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut.
Unggahan tersebut viral setelah sang anak, yang masih bayi, dinyatakan meninggal dunia usai dirujuk ke Rantau Prapat akibat kondisi yang memburuk.
Dalam postingan yang diunggah oleh akun Facebook Nadryatul Basiroh Siregar, ia meluapkan kekecewaannya terhadap sikap oknum tenaga medis yang dianggap tidak profesional dan kurang empati saat menangani anaknya yang sedang sakit keras.
Peristiwa bermula pada Kamis (07/05/2026), saat korban membawa anaknya yang menderita sakit muntah dan mencret (muntaber) ke salah satu rumah sakit di Labusel. Namun, sesampainya di sana, ia mengaku tidak mendapatkan penanganan yang cepat.
"Anakku sudah kesakitan nangis-nangis, baru lah datang satu dokter perempuan hanya periksa perutnya saja, setelah itu ditinggal lagi," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Kekecewaan memuncak saat perawat yang bertugas memasang infus diduga menunjukkan sikap tidak sopan dan lebih mementingkan bermain ponsel daripada menangani pasien.
Sang ibu juga menyebutkan bahwa infus yang terpasang pada anaknya tidak berjalan selama dua jam, namun pihak RS hanya menganggapi hal tersebut sebagai hal biasa.
Merasa tidak mendapatkan penanganan yang layak, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa anak tersebut keluar dari rumah sakit tersebut meski harus membayar biaya pengobatan sebesar Rp1,5 juta, untuk perawatan singkat selama dua jam.
Keluarga langsung melarikan pasien ke RS di Rantau Prapat. Namun sayangnya, kondisi sang anak sudah sangat kritis.
"Alhamdulillah sampai di sana (Rantau Prapat) anakku langsung dipegang oleh 3 dokter dan 2 perawat, tapi Allah sudah berkehendak lain. Anakku sudah terlambat dibawake dan meninggal dunia," tulisnya dengan nada penuh duka.