POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Praktik perjudian berkedok gelanggang sabung ayam skala besar di Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mendadak jadi sorotan publik.
Pasalnya, bisnis haram yang diduga beromzet hingga puluhan juta rupiah ini dengan mulus bebas beroperasi tanpa tersentuh hukum, memicu tudingan miring bahwa aparat penegak hukum setempat sengaja tutup mata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, arena judi 'high class' ini diduga kuat dikomandoi oleh seorang pria yang akrab disapa dengan sebutan "Pak Guru".
Aktivitas ilegal ini dikabarkan sudah berlangsung lama dan sukses memicu keresahan luar biasa di tengah masyarakat sekitar.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan membeberkan, gelanggang sabung ayam ini memiliki jadwal operasi yang sangat rapi dan rutin, yakni tiga kali dalam sepekan.
"Mereka main setiap hari Rabu, Sabtu, dan Minggu. Setiap pertandingan nilai taruhannya sangat besar, bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah sekali bertanding," ungkap sumber kepada wartawan, Minggu (16/2) sore.
Tak tanggung-tanggung, demi gengsi dan perputaran uang yang fantastis, para pemain judi di lokasi tersebut rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan ayam aduan terbaik kelas dunia.
"Ada juga ayam yang sengaja didatangkan dari luar negeri, seperti dari Bangkok, Thailand," tambahnya lagi.
Aktivitas yang berlangsung maraton sejak pagi hingga malam hari ini dinilai warga sangat kebal hukum. Sumber mencurigai adanya "benteng" perlindungan dari oknum tertentu yang membuat lokasi tersebut tak tersentuh hukum.
"Kalau tidak ada koordinasi, mana mungkin pihak kepolisian tutup mata," ketus sumber dengan nada kecewa.