POSMETRO MEDAN- Video kepanikan di sebuah restoran Mie Gacoan kawasan Matraman, Jakarta Pusat viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, sejumlah pengunjung terlihat berteriak dan berlarian menyelamatkan diri setelah sekelompok orang membawa senjata tajam mendatangi lokasi. Narasi yang beredar menyebut restoran itu diserang.
Namun, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung --seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @Geo Genius yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Selasa 28 Juli 2026-- menegaskan kelompok itu bukan melakukan penyerangan, melainkan masuk dan menempati restoran setelah lokasi mereka sebelumnya diserbu warga.
"Yang di Gacoan itu bukan diserang, tapi diduduki mereka," kata Reynold saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Kelompok itu sebelumnya berada di sebuah lahan kosong yang berdekatan dengan restoran. Setelah terjadi penyerangan di lokasi itu, mereka berlari menuju Mie Gacoan dan berada di dalam area restoran.
"Karena sebelahan sama lahan kosong yang mereka duduki itu. Di Mie Gacoan itulah mereka sambil duduk-duduk," imbuhnya.
Setelah itu, kelompok tersebut bergerak menuju kawasan Pegangsaan. Polisi yang berada di lokasi kemudian meminta mereka membubarkan diri.
"Di Pegangsaan ada kita, kemudian kami imbau agar bubar," ungkapnya.
Peristiwa ini buntut keributan di Jalan Tambak yang dipicu perselisihan dengan seorang pengendara motor yang menggeber knalpot. Cekcok tersebut berkembang menjadi bentrokan dan aksi kekerasan.
Dalam kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu korban lainnya berada dalam kondisi kritis.***