Pasangan Viral
Dulu Latihan Nikah di TK, 20 Tahun Kemudian Benaran Jadi Suami Istri
POSMETROMEDAN, Medan - Siapa sangka, sebuah sandiwara panggung di Taman Kanak-Kanak dua dekade lalu ternyata merupakan 'gladi resik' untuk masa depan yang nyata. Seperti pasangan asal Chaozhou, China, ini yang viral setelah mengungkap bahwa mereka pernah dipasangkan sebagai pengantin saat masih balita. Sempat terputus kontak selama 20 tahun, takdir membawa mereka kembali dari panggung sekolah menuju pelaminan yang sesungguhnya.
Ialah Zheng dan istrinya menjadi perbincangan hangat setelah membagikan perjalanan cinta mereka yang unik. Dalam unggahan yang viral di media sosial, mereka menyandingkan dua momen yang terpisah jarak 20 tahun, satu klip saat mereka masih balita mengenakan riasan tebal di panggung sekolah, dan satu klip lainnya saat mereka berjalan menyusuri lorong pelaminan sebagai pasangan suami istri yang sah.
Menariknya, pernikahan "pertama" mereka pada 9 Januari 2005 hanyalah sebuah sandiwara untuk pertunjukan Hari Anak. Kala itu, istrinya berada satu kelas di atas Zheng. Karena postur tubuh Zheng yang lebih tinggi dari teman-teman sebayanya, guru mereka secara acak memasangkan keduanya untuk memerankan pengantin baru.
Kami bahkan tidak saling mengenal saat itu," kenang sang istri dikutip dari South China Morning Post.
Dengan gaun putih kecil, jas mini, dan wajah penuh riasan panggung, mereka berpose di depan teman-teman kelas yang berperan sebagai pengiring pengantin. Siapa sangka, genggaman tangan canggung di atas panggung sekolah itu adalah "latihan" untuk janji suci mereka 20 tahun kemudian.
Setelah pertunjukan itu usai, keduanya menjalani kehidupan masing-masing tanpa pernah bertegur sapa lagi. Mereka bersekolah di tempat yang berbeda dan kehilangan kontak sepenuhnya, sampai takdir mengetuk pintu melalui sebuah grup obrolan kelas pada Oktober 2022.
Sebuah rekaman lama pertunjukan TK tersebut mendadak muncul kembali. Ibu Zheng, yang melihat video itu sebagai sebuah kebetulan yang menggemaskan, bercanda
menyarankan putranya untuk mencari "pengantin kecil"-nya.