POSMETRO MEDAN, India – Kisah memilukan datang dari Distrik Rayagada, negara bagian Odisha, India. Seorang pria bernama Jitu Munda (52) nekat membawatulang belulang almarhum kakaknya ke sebuah bank demi mencairkan tabungan sebesar 19.300 rupee atau sekitar Rp3,5 juta.
Peristiwa yang terjadi pada tahun 2020 itu bermula ketika pihak bank berulang kali menolak permintaan Jitu untuk mencairkan dana milik kakaknya, Binod Munda, yang telah meninggal dunia dua tahun sebelumnya. Penolakan dilakukan karena Jitu tidak memiliki sertifikat kematian resmi sebagai syarat administrasi.
Dalam kondisi ekonomi yang sulit, Jitu mengaku sangat membutuhkan uang tersebut untuk membiayai ritual pemakaman kakaknya yang tertunda, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, tanpa dokumen resmi, pihak bank tetap bersikeras bahwa pemilik rekening harus hadir secara langsung.
Merasa putus asa, Jitu akhirnya mengambil langkah ekstrem dengan membawa sisa kerangka kakaknya ke bank. Ia meletakkan bungkusan berisi tulang belulang tersebut di hadapan petugas sebagai bukti bahwa sang kakak telah meninggal dunia.
Aksi tersebut sontak mengejutkan pihak bank. Setelah menyaksikan kondisi tersebut, petugas akhirnya melunak dan menyetujui pencairan dana sebesar 19.300 rupee milik almarhum.
Kisah ini kemudian viral dan memicu gelombang kritik terhadap sistem birokrasi perbankan di India. Banyak pihak menilai prosedur yang kaku tanpa mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, khususnya warga miskin di daerah terpencil, sebagai bentuk kurangnya empati dalam pelayanan publik.
Kasus Jitu Munda menjadi sorotan luas dan diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi lembaga keuangan untuk lebih humanis dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang.(BBC)