POSMETRO MEDAN, Jakarta- Konten prank bernuansa asusila kembali ramai dibahas di media sosial khususnya di platform X (dulu Twitter), setelah sejumlah video yang dianggap melanggar norma beredar luas dengan berbagai durasi.
Konten tersebut memicu kehebohan di kalangan warganet karena dinilai dibuat hanya demi menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton.
Fenomena perburuan tautan (link) video 'Pemersatu Bangsa' ini memuat kata kunci "Prank Handuk Lepas" mendadak menjadi trending dan memancing rasa penasaran warganet untuk mencari link video yang diklaim viral.
Berdasarkan penelusuran di X, video Prank Handuk Lepasviral dengan durasi 1.01 menit. Terlihat seorang perempuan muda dari dalam kamar diduga apartemen menerima pesanan makanan dari kurir hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi bagian sensitifnya.
Saat pesanan makanan diserahkan ke tangan si perempuan, kurir seketika terkejut karena tiba-tiba handuk si perempuan melorot. Tak ayal, seluruh aurat si perempuan terpampang jelas di depan mata sang kurir.
Bukannya merasa malu karena bagian sensitifnya terumbar gara-gara handuk melorot, si perempuan justru tertawa geli sambil menutup pintu kamarnya.
Konten tak senonoh ini adalah prank. Sang kreator yang tak lain adalah si perempuan itu sendiri secara sengaja membuat candaan atau skenario yang mengarah pada tindakan tidak pantas di ruang publik.
Meski diklaim sebagai hiburan, banyak pengguna media sosial menilai konten seperti itu berpotensi memberi pengaruh buruk, terutama bagi anak dan remaja.
Pengamat media digital menilai fenomena ini dipicu persaingan ketat di media sosial. Sebagian kreator disebut sengaja membuat konten sensasional agar mudah masuk tren dan mendapatkan engagement tinggi.
"Konten kontroversial biasanya cepat menyebar karena memancing reaksi publik. Tapi kreator juga harus memahami batas etika dan dampaknya," ujar seorang pengamat media sosial.